Selasa, 07 November 2017

PERMASALAHAN DALAM PENJAS



MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah Filsafat Penjas & Olahraga
“Permasalahan Dalam Penjas”
Dosen Pengampuh : Dr. Muh. Rachmat Kasmad. M.Pd






Disusun Oleh:
Ahmad Saiful
1531041088

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


2016

Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tentang Permasalahan dalam penjas.
Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu,Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang Pemasalahan dalam penjas ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

 Makassar, Desember 2016






Daftar Isi


 

 

 







PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri dari dua tim yang beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang milik lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena bisa dilakukan di ruang  terbuka dan di ruang tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Permainan basket sudah sangat berkembang dan digemari sejak pertama kali diperkenalkan oleh James Naismith. Salah satu perkembangannya adalah diciptakannya gerakan slam dunk atau menombok, yaitu gerakan untuk memasukkan dan melesakan bola basket langsung ke dalam keranjang yang bisa dilakukan dengan gerakan akrobatik yang berkekuatan luar biasa.
Berenang adalah gerakan sewaktu bergerak di air. Berenang biasanya dilakukan tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air. Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, danau, dan laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang.




1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini meliputi :
1.    Kesalahan apa saja yang ada pada permainan bola basket
2.    Kesalah apa saja yang ada pada dunia renang
3.    Dan aspek2 apa saja yang beperan dalam dunia olahraga

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini meliputi beberapa hal di antaranya :
1.    Memenuhi salah satu tugas dari Mata Kuliah Filsafat Penjas dan Olahraga
2.    Untuk Mengetahui kesalahan apa saja yang biasa terjadi dalam permainan bola basket
3.    Untuk Mengetahui kesalahan apa saja yang biasa terjadi dalam dunia renang
4.    Untuk Mengetahui aspek apa saja yang berperan dalam olahraga










Dalam permainan bola basket terdapat dua macam kesalahan, yaitu kesalahan teknik dan kesalahan perorangan. Yang dimaksud dengan kesalahan teknik adalah kesalahan karena mengabaikan peringatan dan teguran para wasit, atau menggunakan taktik yang tidak sportif. Sedangkan kesalahan perorangan adalah kesalahan yang dilakukan karena persinggungan badan antara pemain yang berlawanan. Kesalahan perorangan tunggal adalah persinggungan antara seorang pemain dengan seorang pemain lawan. Kesalahan rangkap maksudnya pada waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan 2 orang pemain atau lebih yang berlawanan saling melakukan persinggungan. Kesalahan banyak yaitu pada waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan 2 orang pemain atau lebih yang melakukan persinggungan terhadap satu orang pemain lawannya. Kesalahan yang dibuat secara sengaja terhadap lawan misalnya mendorong, menarik, memukul, memegang, atau memasang kaki untuk menjatuhkan lawan. Dengan kesalahan  yang disengaja ini pemain dapat langsung dikeluarkan dari lapangan, meskipun belum 5 kali melakukan kesalahan. Seorang pemain yang melakukan 5 kali kesalahan akan dikeluarkan dari lapangan dan tidak boleh bermain sampai pertandingan itu selesai.

FOULT (KESALAHAN)
1.    Ilegal use hand adalah kesalahan yang  dilakukan pemain karena memukul salah satu anggota tubuh lawan.
2.    Blocking adalah menghadang lawan dengan menghalangi pergerakan lawan.
3.    Elbow adalah pelanggaran yang dilakukan karena menyikut lawan.
4.    Holding adalah menarik lawan dengan maksud menguasai bola dari lawan.
5.    Pushing adalah mendorong lawan dengan maksud merebut bola atau mencederai dari lawan.
6.    Charging adalah kesalahan yang dilakukan karena menabrak lawan yang sudah menepati posisinya.
7.    Double foult adalah situasi dimana dua pemain yang berlawanan saling melakukan kesalahan perorangan satu sama lainnya pada waktu bersamaan.
8.    Technical foul adalah kesalahan yang dilakukan tanpa persinggungan seorang pemain atas suatu prilaku yang dalam batas kewajaran,tetapi tidak dibatasi untuk:
·         mengabaikan perintah wasit
·         menyentuh wasit
·         berkomunikasi dengan wasit
·         menggunakan bahasa atau isyarat menantang atau menghasud penonton
·         pura-pura menjatuhkan diri untuk mendapatkan kesalahan
9.    Unspertman like foul adalah kesalahan perorangan seorang pemain dimana dalam penilaian wasit bukan merupakan suatu usaha yang dibenarkan untuk memainkan bola secara langsung di dalam semangat dan maksud dari peraturan.
10. Disqualifying foul adalah tindakan unsperman like yang menyolok dari seorang pemain,pemain pengganti,pemain yang sudah dilarang masuk,pelatih,asisten pelatih atau pengikut regu.

Pengaruh faktor psikologis pada atlet akan terlihat dengan jelas pada saat atlet tersebut bertanding. Berikut ini akan diuraikan beberapa masalah psikologis yang paling sering timbul di kalangan olahraga, khususnya dalam kaitannya dengan pertandingan dan masa latihan.
1.    Berpikir Positif
Berpikir positif dimaksudkan sebagai cara berpikir yang mengarahkan sesuatu ke arah positif, melihat segi baiknya. Hal ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet, tetapi terlebih-lebih bagi pelatih yang melatihnya. Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka akan berpengaruh sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

2.    Motivasi
Motivasi dapat dilihat sebagai suatu proses dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai usaha dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi yang kuat menunjukkan bahwa dalam diri orang tersebut tertanam dorongan kuat untuk dapat melakukan sesuatu.
Ditinjau dari fungsi diri seseorang, motivasi dapat dibedakan antara motivasi yang berasal dan luar (ekstrinsik) dan motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri (intrinsik). Dengan pendekatan psikologis diharapkan atlet dalam setiap penampilannya dapat memperlihatkan motivasi yang kuat untuk bermain sebaik-baiknya, sehingga dapat memenangkan pertandingan. Oleh karena itu, pelatih harus memperlihatkan bahwa ia menghargai hasil kerja atlet secara konsekuen.

3. Pengendalian Emosi
Faktor-faktor emosi dalam diri atlet menyangkut sikap dan perasaan atlet secara pribadi terhadap diri sendiri, pelatih maupun hal-hal lain di sekelilingnya. Bentuk-bentuk emosi dikenal sebagai perasaan seperti senang, sedih, marah, cemas, takut, dan sebagainya. Bentuk-bentuk emosi tersebut terdapat pada setiap orang. Akan tetapi yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana kita mengendalikan emosi tersebut agar tidak merugikan diri sendiri.
Pengendalian emosi dalam pertandingan olahraga seringkali menjadi faktor penentu kemenangan. Para pelatih harus mengetahui dengan jelas bagaimana gejolak emosi atlet asuhannya, bukan saja dalam pertandingan tetapi juga dalam latihan dan kehidupan sehari-hari. Pelatih perlu tahu kapan dan hal apa saja yang dapat membuat atletnya marah, senang, sedih, takut, dan sebagainya. Dengan demikian pelatih perlu juga mencari data-data untuk mengendalikan emosi para atlet asuhannya, yang tentu saja akan berbeda antara atlet yang satu dengan atlet lainnya
Gejolak emosi dapat mengganggu keseimbangan psikofisiologis seperti gemetar, sakit perut, kejang otot, dan sebagainya. Dengan terganggunya keseimbangan fisiologis maka konsentrasi pun akan terganggu, sehingga atlet tidak dapat tampil maksimal. Seringkali seorang atlet mengalami ketegangan yang memuncak hanya beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Demikian hebatnya ketegangan tersebut sampai ia tidak dapat melakukan awalan dengan baik. Apalagi jika lawannya dapat menekan dan penonton pun tidak berpihak padanya, maka dapat dibayangkan atlet tersebut tidak akan dapat bermain baik. Konsentrasinya akan buyar, strategi yang sudah disiapkan tidak dapat dijalankan, bahkan ia tidak tahu harus berbuat apa.

4. Kepercayaan Diri
Dalam olahraga, kepercayaan diri sudah pasti menjadi salah satu faktor penentu suksesnya seorang atlet. Masalah kurang atau hilangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri akan mengakibatkan atlet tampil di bawah kemampuannya. Karena itu sesungguhnya atlet tidak perlu merasa ragu akan kemampuannya, sepanjang ia telah berlatih secara sungguh-sungguh dan memiliki pengalaman bertanding yang memadai.
Peran pelatih dalam menumbuhkan rasa percaya diri atletnya sangat besar. Syarat untuk untuk membangun kepercayaan diri adalah sikap positif. Beritahu pemain di mana letak kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Buatkan program latihan untuk setiap atlet dan bantu mereka untuk memasang target sesuai dengan kemampuannya agar target dapat tercapai jika latihan dilakukan dengan usaha keras. Berikan kritik membangun dalam melakukan penilaian terhadap atlet. Ingat, kritik negatif bahkan akan mengurangi rasa percaya diri.

5.    Konsentrasi
Konsentrasi merupakan suatu keadaan di mana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu obyek tertentu dalam waktu tertentu. Makin baik konsentrasi seseorang, maka makin lama ia dapat melakukan konsentrasi. Dalam olahraga, konsentrasi sangat penting peranannya. Dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah.
Dalam sepakbola, masalah yang paling sering timbul akibat terganggunya konsentrasi adalah berkurangnya akurasi tendangan sehingga tidak mengenai sasaran. Akibat lebih lanjut jika akurasi berkurang adalah strategi yang sudah dipersiapkan menjadi tidak jalan, sehingga atlet akhimya kebingungan, tidak tahu harus bermain bagaimana dan pasti kepercayan dirinya pun akan berkurang. Untuk menghindari keadaan tersebut, perlu dilakukan latihan berkonsentrasi

16 PELANGGARAN DALAM BERMAIN BASKET :
1.    Foul --> melanggar pemain lawan dgn reaching atau posisi defence yg salah.
2.    Travelling --> tidak mendribble bola dlm 3 langkah saat lari maupun berjalan
3.    Offensive Foul --> saat kita menabrak lawan yg dalam posisi hands up / charge yg benar, saat kita melakukan ilegal pick
4.    Foul out --> keadaan dimana seorang pemain telah melakukan 5 kali foul biasa (FIBA), 6 kali foul (NBA).atau telah melakukan technical foul 2 kali dalam 1 kali pertandingan.maka pemain yang terkena foul out harus keluar dari lap pertandingan.
5.    Double Dribble --> dimana saat bola dalam keadaan mati kamu kembali mendrible bola
6.    Technical Foul --> pelanggaran yang berhubungan dengan peraturan pertandingan secara teknis seperti seseorang memprotes wasit terus-menerus dgn kasar,tidak menghargai wasit, mengeluarkan kata" kotor, melakukan kekerasan pada lawan, bench melakukan hal" yg tidak seharusnya, memaki , dll
7.    Three Seconds Violation --> pelanggaran yang diberikan apabila seorang pemain berada di area tembakan bebas ( key area ) selama 3 detik
8.    Offensive 3 second --> pelanggaran karena diam di post/area tim lawan selama 3 detik pada saat lawan defense. Bola berpindah ke pihak lawan
9.    Deffensive 3 second --> pelanggaran karena diam di area tim sendiri selama 3 detik pada saat lawan melakukan offense. Lawan diijinkan melakukan 1 throw-in.
10. 30-second violation <sekarang 24-second violation> --> pelanggaran pemain tim A tidak melakukan shoot/lay-up/dunk ke ring lawan melewati batas waktu 30 detik sekarang jadi 24 detik>. Bola berpindah ke pihak Tim B
11. Peraturan 10-second violation <sekarang jadi 8-second violation> -->Pemain Tim A tidak keluar dari posisi defense<setengah lapangan tim A> selama 10 detik<sekarang jadi 8 detik> setelah bola dipegang oleh pemain tim A yang lain yang melakukan offense dan sedang berada di area tim B <setengah lapangan tim B>. Bola kemudian beralih ke tim B
12. Back Ball / Back Court --> pelanggaran karena pemain yang membawa bola kembali ke daerah pertahanan setelah melewati garis tengah.
13. Blocking Foul --> pelanggaran karena melakukan pelanggaran keras ketika menghalangi pemain lawan
14. Team Foul --> pelanggaran dalam satu tim per babaknya. Apabila sudah mencapai 5 point maka akan diberikan free throw pada lawan..
15. Personal Foul --> pelanggaran perorangan max 4 x foul kalau sudah 5x maka akan dikenai foul out
16. Pushing --> pelanggaran karena mendorong lawan main


VIOLATION (PELANGGARAN)
1.    Travelling adalah pelanggaran karena membawa bola tidak di dribble, lebih dari 2 langkah.
2.    Illegal dribble adalah pelanggaran yang dilakukan karena menghentikan bola sesaat disalah satu tangan atau kedua tangan kemudian mendribbelnya kembali.
3.    Crraying the ball adalah kesalahan yang dilakukan karena mendribble dengan memutar bola.
4.    Second adalah pelanggaran yang diberikan apabila seorang pemain berada di area tembakan bebas (key area) selama 3 detik.
5.    Second adalah pelanggaran yang diberikan kepada seorang pemain karena menahan bola selama 5 detik tanpa ada usaha untuk passing ataupun dribble.
6.    8 second adalah pelanggaran yang diberikan kepada team karena selama 8 detik bola tidak melewati garis tengah (tidak berpindah dari wilayah sendiri).
7.    24 second adalah pelanggaran yang dilakukan sebuah team yang menguasai bola selama 24 detik tidak ada usaha memasukkan bola ke ring lawan.
8.    Back court adalah pelanggaran karena pemain yang membawa bola kembali kedaerah pertahanan setelah melewati garis tengah.
9.    Deliberat foot ball
10. Out of ball

FOULT (KESALAHAN)
1.    Illegal use hand adalah kesalahan yang di lakukan pemain karena memukul salah satu anggota tubuh lawan.
2.    Blocking adalah menghadang lawan dengan menghalangi pergerakan lawan.
3.    Elbow adalah pelanggaran yang dilakukan karena menyikut lawan.
4.    Holding adalah menarik lawan dengan maksud menguasai bola dari lawan.
5.    Pushing adalah mendorong lawan dengan maksud merebut bola atau mencederai dari lawan.
6.    Charging adalah kesalahan yang dilakukan karena menabrak lawan yang sudah menepati posisinya.
7.    Double foult adalah situasi dimana dua pemain yang berlawanan saling melakukan kesalahan perorangan satu sama lainnya pada waktu bersamaan.
8.    Technical foul adalah kesalahan yang dilakukan tanpa persinggungan seorang pemain atas suatu prilaku yang dalam batas kewajaran,tetapi tidak dibatasi untuk:
·         Mengabaikan perintah wasit
·         Menyentuh wasit
·         Berkomunikasi dengan wasit
·         Menggunakan bahasa atau isyarat menantang atau menghasud penonton
·         Pura-pura menjatuhkan diri untuk mendapatkan kesalahan
·         Unspertman like foul adalah kesalahan perorangan seorang pemain dimana dalam penilaian wasit bukan merupakan suatu usaha yang dibenarkan untuk memainkan bola secara langsung di dalam semangat dan maksud dari peraturan.
·         Disqualifying foul adalah tindakan unsperman like yang menyolok dari seorang pemain, pemain pengganti, pemain yang sudah dilarang masuk, pelatih, asisten pelatih atau pengikut regu









Infeksi "telinga perenang" (swimmer's ear) merupakan infeksi pada liang telinga. Pada umumya jika Anda mengorek telinga akan ada tonjolan kecil pada liang telinga Anda. Namun jika Anda terinfeksi telinga perenang, ketika Anda mengorek telinga Anda - WOW!! Mari telusuri jenis-jenis infeksi pada telinga yang sering dialami oleh perenang.
Infeksi "telinga perenang" juga disebut sebagai otitis eksternal akut. Infeksi telinga ini berbeda dari infeksi telinga pada umumnya. Biasanya ketika anak-anak terinfeksi, kita menyebutnya otitis media, yang terjadi pada liang telinga bagian tengah. Infeksi ini sering tejadi ketika anak-anak kedinginan.
Infeksi "telinga perenang" terjadi ketika bakteri tumbuh di dalam liang telinga, tepatnya pada areal jalan menuju gendang telinga. Dalam liang tersebut, Anda akan menemukan kulit halus yang terlindungi oleh lapisan tipis kotoran telinga. Seringkali air dapat keluar masuk lewat liang telinga, tanpa menyebabkan masalah. Tidak selalu pasti terinfeksi, meski Anda mandi atau berendam sekalipun.
Bakteri akan tumbuh ketika air menyumbat liang telinga dan menyapu lapisan pelindung kotoran telinga. Terlalu sering berenang dapat menghapus lapisan pelindung dan menyebabkan kondisi basah pada liang telinga. Bekteri tumbuh, liang telinga menjadi merah dan membengkak. Terkadang anak-anak bisa saja terkena infeksi tersebut, walaupun mereka tidak berenang sekalipun. Goresan kecil atau iritasi pada liang telinga dapat pula menyebabkan infeksi "telinga perenang".


Bilamana Telinga Terinfeksi, Bagaimana Mengetahuinya?
Infeksi "telinga perenang" diawali dengan munculnya rasa gatal. Jangan digaruk sebab dapat memperparah infeksi. Pembengkakan telinga merupakan suatu tanda umum dari infeksi "telinga perenang". Bahkan menyentuh bagian luar telinga saja terasa perih. Gara-gara infeksi, pendengaran bisa terganggu. Hal ini disebabkan karena terjadinya pembengkakan pada liang telinga. Jika dokter mendiagnosis Anda terinfeksi, ia akan segera memberikan obat tetes telinga yang mengandung antibiotik untuk membunuh bakteri tersebut. Kadang-kadang dokter bisa saja menggunakan sumbu. Namun bukan sumbu lilin! Sumbu yang dimaksudkan adalah spons mungil yang dokter letakan pada telinga Anda. Obat telah dimasukkan pada spons tersebut dan biarlah obat tersebut terserap pada liang telinga yang terinfeksi. Sumbu akan dilepas setelah pengobatan usai.
Meski telinga Anda sudah terasa membaik, bisa saja dokter menyuruh untuk menggunakan obat tetes tersebut. Soalnya, terlalu cepat berhenti mengobati dapat menyebabkan infeksi kembali.
Kapan Bisa Renang Lagi?
Pertanyaan yang Anak ingin ketahui adalah "Kapan bisa berenang lagi?" Anda perlu menanyakan ke dokter. Bisa saja 10 hari lagi. Hal ini bisa jadi akan mengecewakan si anak sebab liburan musim panas berlalu begitu saja. Akan tetapi, bukankah lebih baik begitu dibandingkan kesakitan lagi karena infeksi kambuh.
Kalau infeksi ini menimbulkan masalah bagi Anda, atau anak-anak Anda suka main air, dokter akan memberi saran yang bisa melindungi Anda dari penderitaan itu. Misalnya saja, ia akan mengajari orang tua bagaimana menyedot air yang Bilamana telinga perenang menjadi masalah bagi Anda atau anak-anak selalu ingin bermain air, dokter selalu punya saran untuk melindungi Anda dari masalah tersebut. Misalnya, bilamana telinga Anda tersumbat air, ayah atau ibu Anda bisa saja mengeluarkan dengan cara yang spesial untuk mengeluarkan air yang menyumbat telinga Anda. Ini merupakan langkah ekstra untuk menjaga telinga Anda agar siap sepanjang libur musim panas.
4 Kesalahan Pada Renang Gaya Dada - Setelah Anda menguasai berbagai teknik dalam gaya dada diantaranya seperti gerakan tungkai, gerakan lengan, pengambilan nafas, serta gerak keseluruhan. Dalam renang gaya dada, sebuah analisi diperlukan,bertujuan untuk mengetahui kesalahan yang sering terjadi pada gaya dada.
Setelah kesalahan tersebut kita katahui, langkah selanjutnya adalah dengan memperbaiki setiap kesalahan pada renang gaya dada. Dengan membuat minim atau menghilangkah setaip kesalahan membuat laju renang gaya dada Anda semkin cepat. Berikut bentuk kesalahan yang sering terjadi pada gaya dada adalah :
1. Posisi lutut turun, akibatnya pinggul naik
Penanggulangannya adalah berlatih dengan menggunakan papan latihan. Dengan prinsip gerakan dikerjakan yaitu saat melakukan fase istirahat pada kaki yaitu saat dimana kedua tungkai kaki bawah dilipat hingga mendekati pinggul, betul-betul dikerjakan dengan konsep tidak membentuk sudut sebagai akibat yang diturunkan kebawah, melainkan sebagai akibat lipatan tungkai kaki dibawah dilipat keatas hingga mendekati pinggul.
2. Mengambil nafas terlalu dini
Bila terjadi semacam ini dilakukan bentuk perbaikan dengan mengulang kembali rangkainan gerak pada saat koordinasi nafas dengan tangan.
3. Kaki tidak mamu secera maksimal melakukan lipatan dan membuka ke samping
Penanggulangan dengan melatih kaki dengan menggunkan papan atau mengambil sikap terlentang untuk mengerjakan grerakan kaki gaya dada, dimana saat melipat, lakukan gerakan kaki menarik kearah pinggul dan bukan gerakkan melipat itu dilakukan sebagai akibat turunnya lutut.
4. Melakukan tarikan terlalu dalam
Melakukan tarikan tangan teralalu dalam pada gaya dada, bisa berakibat terhentinya gerakan di saat akhir tarikan. Selain itu bentuk tarikan ini tidak saja menjadii tahanan bagi daya luncur renangan, tetapi yang jelas hal semacam ini akan mengurangi akselerasi dari renang yang bersangkutan.
Penaggulangan
Latihan dengan menggepit papan latihan atau pull buouy, disaat mengerjakan fase tarikan. Batasi agar tarikan itu hanya sanpai perpanjangan garis bawah dan tidak lebih. Bisa diberikan bntuk tarikan dengan bentuk tarikan atau pola tarikan dengan pola hati.
1)    Kesalahan pada gaya bebas; mengangkat kepala, menekuk lutut, teknik
lengan lurus ketika mengayuh, gerakan push kurang ke belakang, terlambat
memalingkan kepala ketika bernafas.
2)    Kesalahan gaya punggung; pinggul turun
ke bawah, menekuk lutut ke atas, mengangkat kepala, recovery sikut menekuk, cambukan kaki di bawah.
3)    Kesalahan gaya dada; telapak kaki tidak membuka ketika mendorong, kepala terlambat mengangkat ketika lengan membuka, lengan terlalu lebar membuka, kepala terlalu nunduk.
4)    Kesalahan gaya kupu; gerakan pinggang tidak bergelombang, gerakan kaki dari lutut, bentuk gerakan lengan lurus mengakibatkan berat, kepala terlambat mengangkat ketika lengan membuka mengakibatkan kepala sulit ke luar, koordinasi kaki-lengan terputus. Kesalahan yang bisa saja terjadi pada saat berenang, berikut adalah kesalahan yang sering terjadi :
·         Gerakan kaki sering menghambat laju kakigerak tubuh, yakni gerakan dimana lutut yang menjadi pangkal pergerakan bukan paha. Pada saat berenang posisi kaki harus lurus tidak boleh menekuk karena pada saat kaki menekuk maka tubuh akan miring dan tidak sejajar lagi dengan permukaan air sehinggat menghambat laju tubuh.
·         Gerakan kepala pada saat pengambilan napas juga mempengaruhi laju tubuh, ketika perenang mengambil napas kepala harus tetap dalam posisi sejajar dengan tubuh dan permukaan air . penglihatan juga mengarah ke samping bukan mengarah keatas karena dapat mempengaruhi posisi kemiringan tubuh
·         Pada saat berenang mata harus melihat ke dasar kolam dan saat nafas penglihatan mengikuti kepala namun tetap fokus sejajar dengan tubuh. Kepala tidak boleh terangkat ke atas permukaan air dan melihat ke arah depan karena dapat memperlambat laju dan menambah energi.
·         Gerakan tangan merupakan yang paling penting, jari-jari tangan tidak boleh terbuka tapi seharusnya dalam keadaan menutup dan rapat sehingga dapat menarik dan mendorong air dengan lebih maksimal.


BAB III

PENUTUP

Segala sesuatu tidak akan menjadi kenyataan sebelum kita mengalami sendiri, demikian juga kreasi dan inovasi hanya akan menjadi Tulisan tidak bermakna diatas kertas sebelum direalisasikan didunia nyata, marilah kita bangun indonesia yang sehat dengan olahraga salah satunya dalam bidang olahraga basket dan renang ini.


2.1    Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas bahwa olahraga basket dan renang baik itu telah melakukan fungsinya. Namun demikian agar olahraga ini arif dan bijaksana, maka perlu ada peningkatan sistem penyelenggaraan yaitu selain memberikan layanan dalam bentuk ukm juga memberikan layanan dalam pertandingan. Hal ini merupakan  bentuk kepedulian Nasional untuk ikut menyehatkan kehidupan bangsa melalui olahraga yang tepat, cepat, akurat dan relatif dapat dijangkau oleh kebutuhan masyarakat dan diharapkan mampu menciptakan atlit professional khususnya pada cabang olahraga basket dan juga renang yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia.


2.2    Saran

Supaya pertumbuhan dan perkembangan olahraga basket dan renang berjalan dengan normal, maka sebagai olahragawan, harus memotivasi dan merangsang masyarakat umum (masyarakat/pelajar) dalam pertumbuhan dan perkembangan untuk mencintai olahraga supaya keingintahuan tentang dunia olahraga bertambah. Supaya generasi yang akan datang lebih optimal dalam bidang olahraga sehingga dalam era globalisasi ini bangsa kita tidak tertinggal perkembangannya dalam berbagai bidang terutama dalam bidang olahraga.

DAFTAR PUSTAKA


Fajarwati, juni. “kesalahan dalam bola basket”. 15 maret 2012. http://junifajarwati.blogspot.com/2012/03/kesalahan-dalam-bola-basket.html

Effendi, Taufik. “Mental Skills: Motivasi, Kontrol Emosi, Percaya Diri”. 18 maret 2013.http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2013/03/18/154817/2196985/1487/mental-skills-motivasi-kontrol-emosi-percaya-diri

Suryono,Agus. “infeksi telinga perenang”. 18 desember 2010. http://intisari-online.com/Wellness/Fitness-And-Health/Infeksi-Telinga-Perenang
Badruzaman. “penguatan kompetensi”. 2011.http://www.aak-share.com/2016/04/kesalahan-pada-renang-gaya-dada.html

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar