MAKALAH
Disusun
untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah Filsafat Penjas & Olahraga
“Permasalahan
Dalam Penjas”
Dosen
Pengampuh : Dr. Muh. Rachmat Kasmad. M.Pd
Disusun Oleh:
Ahmad
Saiful
1531041088
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2016
Kata Pengantar
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha
Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tentang Permasalahan dalam
penjas.
Makalah ini telah saya susun dengan maksimal
dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu,Kami menyadari
sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun
tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.Akhir
kata kami berharap semoga makalah tentang Pemasalahan dalam penjas ini dapat
memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
Makassar, Desember 2016
Daftar Isi
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang
terdiri dari dua tim yang beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding
mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang milik lawan. Bola
basket sangat cocok untuk ditonton karena bisa dilakukan di ruang terbuka
dan di ruang tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain
itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar, sehingga
tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Permainan basket sudah sangat berkembang dan digemari
sejak pertama kali diperkenalkan oleh James Naismith. Salah satu perkembangannya
adalah diciptakannya gerakan slam dunk atau menombok, yaitu gerakan untuk
memasukkan dan melesakan bola basket langsung ke dalam keranjang yang bisa
dilakukan dengan gerakan akrobatik yang berkekuatan luar biasa.
Berenang
adalah gerakan sewaktu bergerak di air. Berenang biasanya dilakukan tanpa
perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi
dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat
lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air. Berenang
untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam renang. Manusia
juga berenang di sungai, danau, dan laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga
renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu
berenang.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini
meliputi :
1. Kesalahan
apa saja yang ada pada permainan bola basket
2. Kesalah apa
saja yang ada pada dunia renang
3. Dan aspek2
apa saja yang beperan dalam dunia olahraga
1.3 Tujuan
Adapun tujuan
dalam pembuatan makalah ini meliputi beberapa hal di antaranya :
1. Memenuhi
salah satu tugas dari Mata Kuliah Filsafat Penjas dan Olahraga
2. Untuk
Mengetahui kesalahan apa saja yang biasa terjadi dalam permainan bola basket
3. Untuk
Mengetahui kesalahan apa saja yang biasa terjadi dalam dunia renang
4. Untuk
Mengetahui aspek apa saja yang berperan dalam olahraga
Dalam permainan bola basket terdapat dua macam
kesalahan, yaitu kesalahan teknik dan kesalahan perorangan. Yang dimaksud dengan
kesalahan teknik adalah kesalahan karena mengabaikan peringatan dan teguran
para wasit, atau menggunakan taktik yang tidak sportif. Sedangkan kesalahan
perorangan adalah kesalahan yang dilakukan karena persinggungan badan antara
pemain yang berlawanan. Kesalahan perorangan tunggal adalah persinggungan
antara seorang pemain dengan seorang pemain lawan. Kesalahan rangkap maksudnya
pada waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan 2 orang pemain atau lebih yang
berlawanan saling melakukan persinggungan. Kesalahan banyak yaitu pada waktu
yang bersamaan atau hampir bersamaan 2 orang pemain atau lebih yang melakukan
persinggungan terhadap satu orang pemain lawannya. Kesalahan yang dibuat secara
sengaja terhadap lawan misalnya mendorong, menarik, memukul, memegang, atau
memasang kaki untuk menjatuhkan lawan. Dengan kesalahan yang disengaja ini pemain dapat langsung
dikeluarkan dari lapangan, meskipun belum 5 kali melakukan kesalahan. Seorang
pemain yang melakukan 5 kali kesalahan akan dikeluarkan dari lapangan dan tidak
boleh bermain sampai pertandingan itu selesai.
FOULT (KESALAHAN)
1. Ilegal use
hand adalah kesalahan yang dilakukan pemain karena memukul salah satu
anggota tubuh lawan.
2. Blocking
adalah menghadang lawan dengan menghalangi pergerakan lawan.
3. Elbow adalah
pelanggaran yang dilakukan karena menyikut lawan.
4. Holding
adalah menarik lawan dengan maksud menguasai bola dari lawan.
5. Pushing
adalah mendorong lawan dengan maksud merebut bola atau mencederai dari lawan.
6. Charging
adalah kesalahan yang dilakukan karena menabrak lawan yang sudah menepati
posisinya.
7. Double foult
adalah situasi dimana dua pemain yang berlawanan saling melakukan kesalahan
perorangan satu sama lainnya pada waktu bersamaan.
8. Technical
foul adalah kesalahan yang dilakukan tanpa persinggungan seorang pemain atas
suatu prilaku yang dalam batas kewajaran,tetapi tidak dibatasi untuk:
·
mengabaikan perintah wasit
·
menyentuh wasit
·
berkomunikasi dengan wasit
·
menggunakan bahasa atau isyarat menantang atau
menghasud penonton
·
pura-pura menjatuhkan diri untuk mendapatkan kesalahan
9. Unspertman
like foul adalah kesalahan perorangan seorang pemain dimana dalam penilaian
wasit bukan merupakan suatu usaha yang dibenarkan untuk memainkan bola secara
langsung di dalam semangat dan maksud dari peraturan.
10. Disqualifying
foul adalah tindakan unsperman like yang menyolok dari seorang pemain,pemain
pengganti,pemain yang sudah dilarang masuk,pelatih,asisten pelatih atau
pengikut regu.
Pengaruh faktor psikologis
pada atlet akan terlihat dengan jelas pada saat atlet tersebut bertanding.
Berikut ini akan diuraikan beberapa masalah psikologis yang paling sering
timbul di kalangan olahraga, khususnya dalam kaitannya dengan pertandingan dan
masa latihan.
1. Berpikir
Positif
Berpikir positif dimaksudkan
sebagai cara berpikir yang mengarahkan sesuatu ke arah positif, melihat segi
baiknya. Hal ini perlu dibiasakan bukan saja oleh atlet, tetapi terlebih-lebih
bagi pelatih yang melatihnya. Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka
akan berpengaruh sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan
motivasi, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
2. Motivasi
Motivasi dapat dilihat sebagai suatu proses dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai usaha dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi yang kuat menunjukkan bahwa dalam diri orang tersebut tertanam dorongan kuat untuk dapat melakukan sesuatu.
Motivasi dapat dilihat sebagai suatu proses dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu sebagai usaha dalam mencapai tujuan tertentu. Motivasi yang kuat menunjukkan bahwa dalam diri orang tersebut tertanam dorongan kuat untuk dapat melakukan sesuatu.
Ditinjau dari fungsi diri
seseorang, motivasi dapat dibedakan antara motivasi yang berasal dan luar
(ekstrinsik) dan motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri (intrinsik).
Dengan pendekatan psikologis diharapkan atlet dalam setiap penampilannya dapat
memperlihatkan motivasi yang kuat untuk bermain sebaik-baiknya, sehingga dapat
memenangkan pertandingan. Oleh karena itu, pelatih harus memperlihatkan bahwa
ia menghargai hasil kerja atlet secara konsekuen.
3. Pengendalian
Emosi
Faktor-faktor emosi dalam
diri atlet menyangkut sikap dan perasaan atlet secara pribadi terhadap diri
sendiri, pelatih maupun hal-hal lain di sekelilingnya. Bentuk-bentuk emosi
dikenal sebagai perasaan seperti senang, sedih, marah, cemas, takut, dan
sebagainya. Bentuk-bentuk emosi tersebut terdapat pada setiap orang. Akan
tetapi yang perlu diperhatikan di sini adalah bagaimana kita mengendalikan
emosi tersebut agar tidak merugikan diri sendiri.
Pengendalian emosi dalam
pertandingan olahraga seringkali menjadi faktor penentu kemenangan. Para
pelatih harus mengetahui dengan jelas bagaimana gejolak emosi atlet asuhannya,
bukan saja dalam pertandingan tetapi juga dalam latihan dan kehidupan sehari-hari.
Pelatih perlu tahu kapan dan hal apa saja yang dapat membuat atletnya marah,
senang, sedih, takut, dan sebagainya. Dengan demikian pelatih perlu juga
mencari data-data untuk mengendalikan emosi para atlet asuhannya, yang tentu
saja akan berbeda antara atlet yang satu dengan atlet lainnya
Gejolak emosi dapat
mengganggu keseimbangan psikofisiologis seperti gemetar, sakit perut, kejang
otot, dan sebagainya. Dengan terganggunya keseimbangan fisiologis maka
konsentrasi pun akan terganggu, sehingga atlet tidak dapat tampil maksimal.
Seringkali seorang atlet mengalami ketegangan yang memuncak hanya beberapa saat
sebelum pertandingan dimulai. Demikian hebatnya ketegangan tersebut sampai ia
tidak dapat melakukan awalan dengan baik. Apalagi jika lawannya dapat menekan
dan penonton pun tidak berpihak padanya, maka dapat dibayangkan atlet tersebut
tidak akan dapat bermain baik. Konsentrasinya akan buyar, strategi yang sudah
disiapkan tidak dapat dijalankan, bahkan ia tidak tahu harus berbuat apa.
4. Kepercayaan
Diri
Dalam olahraga, kepercayaan
diri sudah pasti menjadi salah satu faktor penentu suksesnya seorang atlet.
Masalah kurang atau hilangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri
akan mengakibatkan atlet tampil di bawah kemampuannya. Karena itu sesungguhnya
atlet tidak perlu merasa ragu akan kemampuannya, sepanjang ia telah berlatih
secara sungguh-sungguh dan memiliki pengalaman bertanding yang memadai.
Peran pelatih dalam
menumbuhkan rasa percaya diri atletnya sangat besar. Syarat untuk untuk
membangun kepercayaan diri adalah sikap positif. Beritahu pemain di mana letak
kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Buatkan program latihan untuk setiap
atlet dan bantu mereka untuk memasang target sesuai dengan kemampuannya agar
target dapat tercapai jika latihan dilakukan dengan usaha keras. Berikan kritik
membangun dalam melakukan penilaian terhadap atlet. Ingat, kritik negatif
bahkan akan mengurangi rasa percaya diri.
5. Konsentrasi
Konsentrasi merupakan suatu keadaan di mana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu obyek tertentu dalam waktu tertentu. Makin baik konsentrasi seseorang, maka makin lama ia dapat melakukan konsentrasi. Dalam olahraga, konsentrasi sangat penting peranannya. Dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah.
Konsentrasi merupakan suatu keadaan di mana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu obyek tertentu dalam waktu tertentu. Makin baik konsentrasi seseorang, maka makin lama ia dapat melakukan konsentrasi. Dalam olahraga, konsentrasi sangat penting peranannya. Dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah.
Dalam sepakbola, masalah
yang paling sering timbul akibat terganggunya konsentrasi adalah berkurangnya
akurasi tendangan sehingga tidak mengenai sasaran. Akibat lebih lanjut jika
akurasi berkurang adalah strategi yang sudah dipersiapkan menjadi tidak jalan,
sehingga atlet akhimya kebingungan, tidak tahu harus bermain bagaimana dan
pasti kepercayan dirinya pun akan berkurang. Untuk menghindari keadaan
tersebut, perlu dilakukan latihan berkonsentrasi
16 PELANGGARAN DALAM BERMAIN BASKET :
1. Foul -->
melanggar pemain lawan dgn reaching atau posisi defence yg salah.
2. Travelling
--> tidak mendribble bola dlm 3 langkah saat lari maupun berjalan
3. Offensive
Foul --> saat kita menabrak lawan yg dalam posisi hands up / charge yg
benar, saat kita melakukan ilegal pick
4. Foul out
--> keadaan dimana seorang pemain telah melakukan 5 kali foul biasa (FIBA),
6 kali foul (NBA).atau telah melakukan technical foul 2 kali dalam 1 kali
pertandingan.maka pemain yang terkena foul out harus keluar dari lap
pertandingan.
5. Double
Dribble --> dimana saat bola dalam keadaan mati kamu kembali mendrible bola
6. Technical
Foul --> pelanggaran yang berhubungan dengan peraturan pertandingan secara
teknis seperti seseorang memprotes wasit terus-menerus dgn kasar,tidak
menghargai wasit, mengeluarkan kata" kotor, melakukan kekerasan pada
lawan, bench melakukan hal" yg tidak seharusnya, memaki , dll
7. Three
Seconds Violation --> pelanggaran yang diberikan apabila seorang pemain
berada di area tembakan bebas ( key area ) selama 3 detik
8. Offensive 3
second --> pelanggaran karena diam di post/area tim lawan selama 3 detik
pada saat lawan defense. Bola berpindah ke pihak lawan
9. Deffensive 3
second --> pelanggaran karena diam di area tim sendiri selama 3 detik pada
saat lawan melakukan offense. Lawan diijinkan melakukan 1 throw-in.
10. 30-second
violation <sekarang 24-second violation> --> pelanggaran pemain tim A
tidak melakukan shoot/lay-up/dunk ke ring lawan melewati batas waktu 30 detik
sekarang jadi 24 detik>. Bola berpindah ke pihak Tim B
11. Peraturan
10-second violation <sekarang jadi 8-second violation> -->Pemain Tim A
tidak keluar dari posisi defense<setengah lapangan tim A> selama 10
detik<sekarang jadi 8 detik> setelah bola dipegang oleh pemain tim A yang
lain yang melakukan offense dan sedang berada di area tim B <setengah
lapangan tim B>. Bola kemudian beralih ke tim B
12. Back Ball /
Back Court --> pelanggaran karena pemain yang membawa bola kembali ke daerah
pertahanan setelah melewati garis tengah.
13. Blocking Foul
--> pelanggaran karena melakukan pelanggaran keras ketika menghalangi pemain
lawan
14. Team Foul
--> pelanggaran dalam satu tim per babaknya. Apabila sudah mencapai 5 point
maka akan diberikan free throw pada lawan..
15. Personal
Foul --> pelanggaran perorangan max 4 x foul kalau sudah 5x maka akan
dikenai foul out
16. Pushing
--> pelanggaran karena mendorong lawan main
VIOLATION (PELANGGARAN)
1. Travelling
adalah pelanggaran karena membawa bola tidak di dribble, lebih dari 2 langkah.
2. Illegal
dribble adalah pelanggaran yang dilakukan karena menghentikan bola sesaat
disalah satu tangan atau kedua tangan kemudian mendribbelnya kembali.
3. Crraying the
ball adalah kesalahan yang dilakukan karena mendribble dengan memutar bola.
4. Second
adalah pelanggaran yang diberikan apabila seorang pemain berada di area
tembakan bebas (key area) selama 3 detik.
5. Second
adalah pelanggaran yang diberikan kepada seorang pemain karena menahan bola
selama 5 detik tanpa ada usaha untuk passing ataupun dribble.
6. 8 second
adalah pelanggaran yang diberikan kepada team karena selama 8 detik bola tidak
melewati garis tengah (tidak berpindah dari wilayah sendiri).
7. 24 second
adalah pelanggaran yang dilakukan sebuah team yang menguasai bola selama 24
detik tidak ada usaha memasukkan bola ke ring lawan.
8. Back court
adalah pelanggaran karena pemain yang membawa bola kembali kedaerah pertahanan
setelah melewati garis tengah.
9. Deliberat
foot ball
10. Out of ball
FOULT (KESALAHAN)
1. Illegal use
hand adalah kesalahan yang di lakukan pemain karena memukul salah satu anggota
tubuh lawan.
2. Blocking
adalah menghadang lawan dengan menghalangi pergerakan lawan.
3. Elbow adalah
pelanggaran yang dilakukan karena menyikut lawan.
4. Holding
adalah menarik lawan dengan maksud menguasai bola dari lawan.
5. Pushing
adalah mendorong lawan dengan maksud merebut bola atau mencederai dari lawan.
6. Charging
adalah kesalahan yang dilakukan karena menabrak lawan yang sudah menepati
posisinya.
7. Double foult
adalah situasi dimana dua pemain yang berlawanan saling melakukan kesalahan
perorangan satu sama lainnya pada waktu bersamaan.
8. Technical
foul adalah kesalahan yang dilakukan tanpa persinggungan seorang pemain atas
suatu prilaku yang dalam batas kewajaran,tetapi tidak dibatasi untuk:
·
Mengabaikan perintah wasit
·
Menyentuh wasit
·
Berkomunikasi dengan wasit
·
Menggunakan bahasa atau isyarat menantang atau
menghasud penonton
·
Pura-pura menjatuhkan diri untuk mendapatkan kesalahan
·
Unspertman like foul adalah kesalahan perorangan
seorang pemain dimana dalam penilaian wasit bukan merupakan suatu usaha yang
dibenarkan untuk memainkan bola secara langsung di dalam semangat dan maksud
dari peraturan.
·
Disqualifying foul adalah tindakan unsperman like yang
menyolok dari seorang pemain, pemain pengganti, pemain yang sudah dilarang
masuk, pelatih, asisten pelatih atau pengikut regu
Infeksi "telinga perenang" (swimmer's ear) merupakan
infeksi pada liang telinga. Pada umumya jika Anda mengorek telinga akan ada
tonjolan kecil pada liang telinga Anda. Namun jika Anda terinfeksi telinga
perenang, ketika Anda mengorek telinga Anda - WOW!! Mari telusuri jenis-jenis
infeksi pada telinga yang sering dialami oleh perenang.
Infeksi "telinga perenang"
juga disebut sebagai otitis eksternal akut. Infeksi telinga ini berbeda dari
infeksi telinga pada umumnya. Biasanya ketika anak-anak terinfeksi, kita
menyebutnya otitis media, yang terjadi pada liang telinga bagian tengah.
Infeksi ini sering tejadi ketika anak-anak kedinginan.
Infeksi "telinga perenang"
terjadi ketika bakteri tumbuh di dalam liang telinga, tepatnya pada areal jalan
menuju gendang telinga. Dalam liang tersebut, Anda akan menemukan kulit halus
yang terlindungi oleh lapisan tipis kotoran telinga. Seringkali air dapat
keluar masuk lewat liang telinga, tanpa menyebabkan masalah. Tidak selalu pasti
terinfeksi, meski Anda mandi atau berendam sekalipun.
Bakteri akan tumbuh ketika air
menyumbat liang telinga dan menyapu lapisan pelindung kotoran telinga. Terlalu
sering berenang dapat menghapus lapisan pelindung dan menyebabkan kondisi basah
pada liang telinga. Bekteri tumbuh, liang telinga menjadi merah dan membengkak.
Terkadang anak-anak bisa saja terkena infeksi tersebut, walaupun mereka tidak
berenang sekalipun. Goresan kecil atau iritasi pada liang telinga dapat pula
menyebabkan infeksi "telinga perenang".
Bilamana Telinga Terinfeksi, Bagaimana
Mengetahuinya?
Infeksi "telinga perenang"
diawali dengan munculnya rasa gatal. Jangan digaruk sebab dapat memperparah
infeksi. Pembengkakan telinga merupakan suatu tanda umum dari infeksi
"telinga perenang". Bahkan menyentuh bagian luar telinga saja terasa
perih. Gara-gara infeksi, pendengaran bisa terganggu. Hal ini disebabkan karena
terjadinya pembengkakan pada liang telinga. Jika dokter mendiagnosis Anda
terinfeksi, ia akan segera memberikan obat tetes telinga yang mengandung
antibiotik untuk membunuh bakteri tersebut. Kadang-kadang dokter bisa saja
menggunakan sumbu. Namun bukan sumbu lilin! Sumbu yang dimaksudkan adalah spons
mungil yang dokter letakan pada telinga Anda. Obat telah dimasukkan pada spons
tersebut dan biarlah obat tersebut terserap pada liang telinga yang terinfeksi.
Sumbu akan dilepas setelah pengobatan usai.
Meski telinga Anda sudah terasa
membaik, bisa saja dokter menyuruh untuk menggunakan obat tetes tersebut.
Soalnya, terlalu cepat berhenti mengobati dapat menyebabkan infeksi kembali.
Kapan Bisa Renang Lagi?
Pertanyaan yang Anak ingin ketahui
adalah "Kapan bisa berenang lagi?" Anda perlu menanyakan ke dokter.
Bisa saja 10 hari lagi. Hal ini bisa jadi akan mengecewakan si anak sebab
liburan musim panas berlalu begitu saja. Akan tetapi, bukankah lebih baik
begitu dibandingkan kesakitan lagi karena infeksi kambuh.
Kalau infeksi ini menimbulkan masalah
bagi Anda, atau anak-anak Anda suka main air, dokter akan memberi saran yang
bisa melindungi Anda dari penderitaan itu. Misalnya saja, ia akan mengajari
orang tua bagaimana menyedot air yang Bilamana telinga perenang menjadi masalah
bagi Anda atau anak-anak selalu ingin bermain air, dokter selalu punya saran
untuk melindungi Anda dari masalah tersebut. Misalnya, bilamana telinga Anda
tersumbat air, ayah atau ibu Anda bisa saja mengeluarkan dengan cara yang
spesial untuk mengeluarkan air yang menyumbat telinga Anda. Ini merupakan
langkah ekstra untuk menjaga telinga Anda agar siap sepanjang libur musim
panas.
4
Kesalahan Pada Renang Gaya Dada - Setelah Anda menguasai berbagai teknik dalam
gaya dada diantaranya seperti gerakan tungkai, gerakan lengan, pengambilan
nafas, serta gerak keseluruhan. Dalam renang gaya dada, sebuah analisi diperlukan,bertujuan
untuk mengetahui kesalahan yang sering terjadi pada gaya dada.
Setelah
kesalahan tersebut kita katahui, langkah selanjutnya adalah dengan memperbaiki
setiap kesalahan pada renang gaya dada. Dengan membuat minim atau menghilangkah
setaip kesalahan membuat laju renang gaya dada Anda semkin cepat. Berikut
bentuk kesalahan yang sering terjadi pada gaya dada adalah :
1.
Posisi lutut turun, akibatnya pinggul naik
Penanggulangannya
adalah berlatih dengan menggunakan papan latihan. Dengan prinsip gerakan
dikerjakan yaitu saat melakukan fase istirahat pada kaki yaitu saat dimana
kedua tungkai kaki bawah dilipat hingga mendekati pinggul, betul-betul
dikerjakan dengan konsep tidak membentuk sudut sebagai akibat yang diturunkan
kebawah, melainkan sebagai akibat lipatan tungkai kaki dibawah dilipat keatas
hingga mendekati pinggul.
2.
Mengambil nafas terlalu dini
Bila
terjadi semacam ini dilakukan bentuk perbaikan dengan mengulang kembali
rangkainan gerak pada saat koordinasi nafas dengan tangan.
3.
Kaki tidak mamu secera maksimal melakukan lipatan dan membuka ke samping
Penanggulangan
dengan melatih kaki dengan menggunkan papan atau mengambil sikap terlentang
untuk mengerjakan grerakan kaki gaya dada, dimana saat melipat, lakukan gerakan
kaki menarik kearah pinggul dan bukan gerakkan melipat itu dilakukan sebagai
akibat turunnya lutut.
4.
Melakukan tarikan terlalu dalam
Melakukan
tarikan tangan teralalu dalam pada gaya dada, bisa berakibat terhentinya
gerakan di saat akhir tarikan. Selain itu bentuk tarikan ini tidak saja
menjadii tahanan bagi daya luncur renangan, tetapi yang jelas hal semacam ini
akan mengurangi akselerasi dari renang yang bersangkutan.
Penaggulangan
Latihan dengan menggepit papan latihan atau pull buouy, disaat mengerjakan fase tarikan. Batasi agar tarikan itu hanya sanpai perpanjangan garis bawah dan tidak lebih. Bisa diberikan bntuk tarikan dengan bentuk tarikan atau pola tarikan dengan pola hati.
Latihan dengan menggepit papan latihan atau pull buouy, disaat mengerjakan fase tarikan. Batasi agar tarikan itu hanya sanpai perpanjangan garis bawah dan tidak lebih. Bisa diberikan bntuk tarikan dengan bentuk tarikan atau pola tarikan dengan pola hati.
1) Kesalahan pada gaya bebas; mengangkat kepala, menekuk
lutut, teknik
lengan lurus ketika mengayuh, gerakan push kurang ke belakang, terlambat
memalingkan kepala ketika bernafas.
lengan lurus ketika mengayuh, gerakan push kurang ke belakang, terlambat
memalingkan kepala ketika bernafas.
2) Kesalahan gaya punggung; pinggul turun
ke bawah, menekuk lutut ke atas, mengangkat kepala,
recovery sikut menekuk, cambukan kaki di bawah.
3) Kesalahan gaya dada; telapak kaki tidak membuka ketika
mendorong, kepala terlambat mengangkat ketika lengan membuka, lengan terlalu
lebar membuka, kepala terlalu nunduk.
4) Kesalahan gaya kupu; gerakan pinggang tidak
bergelombang, gerakan kaki dari lutut, bentuk gerakan lengan lurus mengakibatkan
berat, kepala terlambat mengangkat ketika lengan membuka mengakibatkan kepala
sulit ke luar, koordinasi kaki-lengan terputus. Kesalahan yang bisa saja
terjadi pada saat berenang, berikut adalah kesalahan yang sering terjadi :
·
Gerakan kaki sering
menghambat laju kakigerak tubuh, yakni gerakan dimana lutut yang menjadi
pangkal pergerakan bukan paha. Pada saat berenang posisi kaki harus lurus tidak
boleh menekuk karena pada saat kaki menekuk maka tubuh akan miring dan tidak
sejajar lagi dengan permukaan air sehinggat menghambat laju tubuh.
·
Gerakan kepala pada
saat pengambilan napas juga mempengaruhi laju tubuh, ketika perenang mengambil
napas kepala harus tetap dalam posisi sejajar dengan tubuh dan permukaan air .
penglihatan juga mengarah ke samping bukan mengarah keatas karena dapat
mempengaruhi posisi kemiringan tubuh
·
Pada saat berenang mata
harus melihat ke dasar kolam dan saat nafas penglihatan mengikuti kepala namun
tetap fokus sejajar dengan tubuh. Kepala tidak boleh terangkat ke atas
permukaan air dan melihat ke arah depan karena dapat memperlambat laju dan
menambah energi.
·
Gerakan tangan
merupakan yang paling penting, jari-jari tangan tidak boleh terbuka tapi
seharusnya dalam keadaan menutup dan rapat sehingga dapat menarik dan mendorong
air dengan lebih maksimal.
BAB III
PENUTUP
Segala sesuatu tidak akan menjadi kenyataan sebelum
kita mengalami sendiri, demikian juga kreasi dan inovasi hanya akan menjadi
Tulisan tidak bermakna diatas kertas sebelum direalisasikan didunia nyata,
marilah kita bangun indonesia yang sehat dengan olahraga salah satunya dalam
bidang olahraga basket dan renang ini.
2.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas bahwa olahraga basket dan
renang baik itu telah melakukan fungsinya. Namun demikian agar olahraga ini
arif dan bijaksana, maka perlu ada peningkatan sistem penyelenggaraan yaitu
selain memberikan layanan dalam bentuk ukm juga memberikan layanan dalam
pertandingan. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Nasional untuk ikut
menyehatkan kehidupan bangsa melalui olahraga yang tepat, cepat, akurat dan
relatif dapat dijangkau oleh kebutuhan masyarakat dan diharapkan mampu
menciptakan atlit professional khususnya pada cabang olahraga basket dan juga
renang yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia.
2.2 Saran
Supaya pertumbuhan dan perkembangan olahraga basket
dan renang berjalan dengan normal, maka sebagai olahragawan, harus memotivasi
dan merangsang masyarakat umum (masyarakat/pelajar) dalam pertumbuhan dan
perkembangan untuk mencintai olahraga supaya keingintahuan tentang dunia
olahraga bertambah. Supaya generasi yang akan datang lebih optimal dalam bidang
olahraga sehingga dalam era globalisasi ini bangsa kita tidak tertinggal
perkembangannya dalam berbagai bidang terutama dalam bidang olahraga.
DAFTAR PUSTAKA
Fajarwati, juni. “kesalahan dalam
bola basket”. 15 maret 2012. http://junifajarwati.blogspot.com/2012/03/kesalahan-dalam-bola-basket.html
Effendi, Taufik. “Mental Skills: Motivasi, Kontrol Emosi, Percaya Diri”. 18 maret 2013.http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2013/03/18/154817/2196985/1487/mental-skills-motivasi-kontrol-emosi-percaya-diri
Suryono,Agus.
“infeksi telinga perenang”. 18 desember 2010. http://intisari-online.com/Wellness/Fitness-And-Health/Infeksi-Telinga-Perenang
Badruzaman.
“penguatan kompetensi”. 2011.http://www.aak-share.com/2016/04/kesalahan-pada-renang-gaya-dada.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar