Teori Praktek Softball
Disusun Oleh:
Penjaskesrek Kelas E
Ahmad Saiful
(1531041088)
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam dunia olahraga banyak sekali macam cabang olahraga.
Softball adalah salah satu cabang olahraga yang dimainkan, permainan ini sangat
menarik, karena dalam permainannya menggunakan seragam yang menarik dan
menggunakan teriakan-teriakan dengan istilah asing. Di Indonesia Softball mirip
dengan permainan Bola Kasti. Softball lahir di Amerika Serikat dan diciptakan
oleh Hancock pada tahun 1887 di kota Chicago. Pada saat itu Softball dikenal
dalam bentuk permainan dalam ruangan atau ditempat tertutup, namun pada tahun
1930 di ubah menjadi permainan di lapangan terbuka oleh H. Fiscer dan M.J
Panley. Pertama kali softball masuk agenda Pekan Olahraga Nasional (PON) di
Indonesia pada penyelenggaraan PON ke VII di Surabaya.
Permainan Softball disebut juga Indoor-Baseball, termasuk
olahraga beregu yang dapat dikelompokkan ke dalam permainan bola pukul. Sekilas
permainan ini mirip permainan bola kasti, tetapi dalam permainan Softball
benar-benar membutuhkan ketangkasan dan menguras banyak pikiran. Permainannya,
softball dimainkan oleh 9 orang pemain dan bermain dalam 7 inning, yaitu
masing-masing regu mendapat giliran menjadi pemain bertahan dan menyerang
masing-masing 7 kali. Pergantian ini apabila regu bertahan berhasil mematikan
pemain dari regu penyerang sebanyak 3 orang. Cara memainkannya ialah seorang
pemukul melakukan pukulan terhadap bola yang dilemparkan oleh pitcher (pelempar
bola).
Bola dipukul dengan menggunakan alat pukul (bat). Pelempar
bola bertugas dari tengah lapangan, dimana anggota regunya bertugas juga di
tiga home base, 4 di luar lapangan dan satu di home plate. Seorang pemukul,
harus berhasil mengelilingi semua base sebelum bola mengenai base yang
ditujunya Pemukul dapat menolak lemparan bola yang dirasa tidak sesuai. Akan
tetapi, lemparan yang ketiga harus dipukul. Berangkat dari latar belakang ini
lah penulis membuat suatu makalah yang berjudul “Olahraga Softball “, semoga
tulisan ini bisa membatu para pembaca untuk mengenal olahraga ini.
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Agar lebih mengenal lebih jauh olahraga softball.
2. Mengetahui sejarah dan perkembangan softball di
Indonesia.
3. Memenuhi tugas mata kuliah softball
1. Apa pengertian olahraga softball?
2. Bagaimanakah sejarah dan perkembangan
softball ?
3. Apa saja yang termasuk perlengkapan
dalam olahraga softball?
4. Bagaimanakah teknik keterampilan
dalam olahraga softball?
5. Apa saja peraturan dalam olahraga
softball?
BAB II
PEMBAHASAN
Softball adalah olahraga bola beregu yang terdiri dari dua
tim. Permainan sofbol lahir di Amerika Serikat, diciptakan oleh George Hancock
di kota Chicago pada tahun 1887. Softball merupakan perkembangan dari olahraga
sejenis yaitu baseball atau hardball.
Bola softball saat ini berdiameter 28-30,5 sentimeter; bola
tersebut dilempar oleh seorang pelempar bola (pitcher) dan menjadi sasaran
pemain lawan, yaitu pemukul bola dengan menggunakan tongkat pemukul (bat).
Terdapat sebuah regu yang berjaga (defensif) dan tim yang memukul (ofensif).
Tiap tim berlomba mengumpulkan angka (run) dengan cara memutari tiga seri marka
(base) pelari hingga menyentuh marka akhir yaitu home plat .
Permainan softball lahir di Amerika Serikat, yang diciptakan
di Gedung Olah Raga Farragut Boat Club Chicago, Illinois pada 16 September 1887
secara tidak sengaja oleh George Hancock.
Awalnya terdapat beberapa alumni Universitas Yale dan
Harvard sedang mendengarkan hasil akhir pertandingan sepak bola Amerika antar
Yale dan Harvard di klub Farragut Boat.Setelah skor akhir diumumkan yaitu
kemenangan Yale, seorang alumnus Yale dengan antusias melempar sebuah sarung
tinju ke pendukung Harvard.Seorang dengan reflek mengambil sebuah tongkat dan
memukul ke arah sarung tinju itu.Melihat hal itu memberikan sebuah ide seorang
reporter Chicago Board of Trade, George Hancock.Dia menyarankan untuk membuat
sebuah permainan di dalam ruangan dengan bola yang dibuat dari sarung tinju
yang dilempar tadi.Dia mengambil sarung tinju itu dan mengikatnya dengan erat
memakai sebuah tali, supaya menyerupai bola.Kemudian dengan beberapa buah
kapur, Hancock menandai lantai Farragut Boat menyerupai lapangan baseball.
Sebagai
pemukul digunakanlah sebuah sapu.Tim dibagi menjadi dua dan Hancock meneriakkan
kata-kata “Play ball”, maka dimulailah permainan itu dengan skor akhir
44-40.Semenjak itu permainan baseball versi dalam ruangan dikenal.Dinamakan
indoor baseball. Karena bentuk bola yang berubah-ubah. Nama softball
sebelumnya menyesuaikan material yang digunakan untuk membuat bolanya, jadilah
nama-nama yang digunakan waktu itu yaitu kitten ball, army ball, mush ball, dan
juga indoor-outdoor, recreation ball, dan playground ball.
Di awal abad ke-20 softball mulai dimainkan di luar ruangan
sebagaimana dilakukan di dalam ruangan.Tahun 1908 organisasi amatir untuk
permainan baru ini (National Amateur Playground Ball Association of the United
States) mengatur olahraga ini untuk dimainkan di luar ruangan menggunakan bola
yang lebih besar. Tahun 1923 Kongres Rekreasi Nasional (the National Recreation
Congress) meminta komisi untuk menstandarkan olahraga ini, dan tahun 1926 nama
"softball" digunakan walaupun belum diresmikan.
Pada tahun 1933, kejuaraan dunia pertama dilaksanakan dalam
lindungan Asosiasi Softball Amatir Amerika (Amateur Softball Association of
America) dimana telah digunakan sebagai peraturan pokok di Amerika. Juara untuk
softball kelas pria pada saat itu adalah J. L. Gills dari Chicago, dan juara
kelas wanita yaitu Great Northerns dari kota yang sama. Walaupun kejuaraan yang
dipertandingkan adalah amatir, mereka biasa di sponsori oleh organisasi
industri di wilayahnya.
Sejak tahun 1933 “softball” telah menjadi sebuah nama resmi.
Dan pada tahun 1934, pembentukan peraturan bersama untuk lebih jauh memberikan
standar peraturan softball. Sudah banyak perubahan peraturan sejak saat itu,
khususnya pada tahun 1946, dimana terdapat perubahan jumlah pemain dalam satu
tim dari 10 ke 9 orang. Pemain ke sepuluh dinamakan “shortfielder” pada saat
itu bertugas sebagai penjaga daerah dangkal bagian luar yang menjelalajah di
belakang dalam.Tahun 1950 jarak antara pitcher’s plate dan home plate ditambah
untuk putera dari 43 kaki ke 46 kaki (13.114 meter).
Dilihat dari segi partisipan, softball telah berkembang
menjadi olahraga tim yang besar dan digemari. Lapangan yang lebih kecil
tersedia. Baik wanita maupun pria , dapat memainkannya. Lebih jauh pria di luar
usia atlet dapat memainkan sebagai kegiatan di luar permainan resmi seperti
piknik atau dalam komunitas sosial tanpa melalui pemanasan dan latihan rutin
yang diperlukan, sejenis dalam baseball.
Pada tahun 1960an, sebagian dari 125,000 tim telah terdaftar
di Asosiasi Softball Amatir Amerika. Dan mengadakan enam kejuaraan nasional
tiap tahun.Ini tidak termasuk anggota pria maupun wanita yang bertanding dalam
kompetisi tidak resmi. Di Negara lain softball juga menjadi olahraga yang
digemari baik pria wanita tua maupun muda.
Pada tahun 1949, tim Kanada, Toronto's Tip Top Tailors,
memenangi kejuaraan internasional yang dilakukan secara berkala oleh Asosiasi
Softball Amatir dan merupakan kompetisi pertama yang benar-benar merupakan
kejuaraan tingkat dunia untuk putra. Diadakan tahun 1966 dibawah sponsor dari
Federasi Softball Internasional (International Softball Federation). Australia
memenangkan kejuaraan pertama untuk wanita tahun 1965.
1) Bola
softball terbuat dari kulit berwarna putih dengan berat 190 gram, berdiameter +
30 cm.
2) Stick
untuk memukul terbuat dari kayu sepanjang 40 cm.
3) Glove
(sarung tangan besar yang terbuat dari kulit).
4) Pitcher
plate yaitu tempat injak pitcher (pelambung bola).
5) Masker,
leg protector, dan body protector untuk pelindung tubuh catcher (penangkap
bola).
6) Base
yaitu tempat hinggap pelari (runner).
7) Uniform
dan cap (kostum dan helm) untuk pemukul/runner.
Teknik
gerakan yang harus dikuasai kalau ingin bermain softball antara lain melempar
bola, menangkapbola, memukul, dan melakukan sliding. Sebelum melakukan lemparan
terlebih dahulu harus dapatmemegang bola dengan benar.Teknik memegang bola
dengan dua jari digunakan untuk pelempar yangmemegang bola dengan benar.Teknik
memegang bola dengan dua jari digunakan untuk pelempar yangmempunyai ukuran
jari-jari besar dan panjang. Pegangan tiga atau empat jari digunakan untuk
pelempar yang mempunyai ukuran jari-jari kecil dan pendek atau biasanya sering
digunakan oleh wanita.
1) Melempar bola
Berbagai
macam lemparan bola pada permainan softball sebagai berikut.
a) Lemparan
pitcher
Pitcher
adalah seorang pelambung bola yang bertugas melambungkan bola.Lemparan pitcher
harus berada di atas lutut dan di bawah dada pemukul atau disebut dengan strike
zone.Cara melakukan lemparan sebagai berikut.
a)
Pertama pegang bola di tangan kanan, tangan kiri memegang glove.
b)
Kaitkan kedua tangan dengan posisi bola di dalam glove.
c)
Injak pitcher plate kemudian putar tangan yang memegang bola satu putaran bahu
penuh, dengan bantuan pergelangan tangan lepas dan lemparkan bola ke depan.
b)
Lemparan antar-base
Lemparan
ini dilakukan oleh semua penjaga baik yang berkedudukan di lapangan dalam (in
field) ataupenjaga base, dan di lapangan luar (out field).Adapun teknik
melempar bola antar-base terdiriatas berikut ini.
1.
Teknik lemparan dengan ayunan atas (overhand throw).
2.
Teknik lemparan dengan ayunan samping (side arm throw).
3.
Teknik lemparan bawah (underhand throw).
4.
Teknik lemparan dengan lecutan tangan.
2) Teknik
menangkap bola
Teknik
menangkap bola harus dikuasai oleh semua pemain penjaga.Pemain yang bertugas
menangkap bola adalah catcher dan penjaga base/lapangan, termasuk pitcher.
a) Teknik
menangkap bola untuk catcher sebagai berikut.
1.
Posisi awal jongkok.
2.
Tangan kiri memakai glove khusus catcher, dengan posisi tangan menghadap ke
depan menyongsong gerakan bola yang dilempar pitcher.
3.
Tangan yang lain membungkus agar bola tidak lepas.
b) Teknik
menangkap bola untuk penjaga lapangan/ base sebagai berikut.
(1) Teknik
menangkap bola yang bergulir di tanah. Caranya berikut ini.
a)
Buka kaki agak lebar.
b)
Bungkukkan badan 90o untuk bola pelan, atau badan jongkok dengan salah satu
lutut menumpu tanah untuk bola cepat.
c)
Kedua tangan siap menangkap dengan tangan kiri yang memakai glove berada di
bawah sedangkan tangan kanan melingkupi bola dengan menutup telapak tangan agar
bola tidak lepas.
(2) Teknik
menangkap bola lambung, caranya berikut ini.
a)
Kaki dibuka selebar bahu dengan salah satu kaki di depan.
b)
Badan tegak dengan pandangan ke arah datangnya bola.
c)
Posisi tangan setinggi kepala.
d)
Tangan kiri yang memakai glove menyongsong datangnya bola, sedangkan tangan
yang lain melingkupi bola agar tidak lepas.
(3) Teknik
menangkap bola lurus, caranya sama dengan menangkap bola lambung bedanya hanya
pada saat menangkap bola, posisi tangan ke depan dada.
3) Teknik memukul (batting)
Tujuan
memukul dalam permainan softball antara lain melewati atau mencapai base di depannya
dengan selamat, mencetak nilai kalau bisa melewati semua base dengan selamat.
Cara memukul dalam permainan softball ini ada dua macam, yaitu memukul bola
dengan ayunan penuh (swing) dan memukul bola tanpa ayunan (bunting).
Hal-hal
yang harus diperhatikan pada saat memukul sebagai berikut.
a)
Teknik memegang alat pemukul (grip), yaitu pegang stik di bagian pegangan di
atas knop, dengan posisi ruas jari-jari kedua membentuk satu garis lurus.
b)
Cara berdiri (stand), berdiri di dalam batter boxes dengan kedua kaki kangkang,
dengan berat badan di kaki belakang.
c)
Cara menggeserkan kaki depan (stride), yaitu pada waktu akan mengayun stik,
kaki depan digeser atau dilangkahkan ke arah datangnya bola.
d)
Cara mengayunkan stik (swing), yaitu ayunkan stik dengan cara mendorong ke
depan sambil meluruskan siku. Sedangkan memukul bola tanpa ayunan (bunting),
dilakukan dengan cara memukul
e)
bola perlahan agar jatuhnya tidak jauh dari tempat pemukul itu sendiri.
f)
Gerak lanjut (follow through), yaitu setelah melakukan swing dengan impak bola
yang benar, maka memutar badan ke arah pukulan dengan menjaga keseimbangan
sebagai gerak lanjutnya.
4) Teknik sliding
Sliding
adalah upaya menjangkau base dengan cepat dengan cara meluncurkan dan
menyentuhkananggota badan ke base.
Berikut
ini tujuan penggunaan teknik sliding.
a)
Untuk mengurangi laju lari ke arah base tanpa kehilangan tempo lari antarbase
dan dapat berhenti tepat di atas base tersebut.
b)
Untuk menghindar dari kejaran lawan sehingga dapat mencapai base dengan
selamat.
Ada tiga
macam teknik sliding.
a)
Teknik sliding lurus (straight leg slide).
b)
Teknik sliding mengait (hook slide).
c)
Teknik sliding dengan kepala lebih dahulu
Peraturan
yang digunakan dalam melakukan permainan ini diantaranya adalah :
a)
Jumlah pemain dalam satu regu terdiri dari 9 orang.
b)
Pertandingan dipimpin oleh wasit, disetiap base ditempatkan seorang pembantu
wasit (umpire) yang disebut base umpire.
c)
Lamanya permainan ditentukan oleh inning, yaitu sebanyak 7 inning. Adapun yang
dimaksud satu inning adalah setiap regu bermain sekali giliran memukul dan
sekali giliran menjaga.
d)
Untuk menentukan siapa yang menjadi regu penjaga (home team/ HT) dan siapa yang
menjadi regu pemukul (visiteing team/VT) harus dilakukan undian (toss) dengan
uang logam.
e)
Lapangan permainan softball berbentuk segi empat dengan panjang sisi-sisinya
16,76 m. Jarak dari pelempar (pitcher plate) ke home base adalah 13,07 m.
Ukuran tempat pitcher plate adalah 60 × 15 cm. Lapangan permainan dilengkapi
dengan 4 base atau home plate. Home plate I, II, dan III terdapat di pojok
lapangan. Adapun home plate IV adalah tempat memukul bola. Base berukuran 38 ×
38 cm dengan tebal 5 sampai 12,5 cm. Adapun home base IV atau home plate
berukuran 43 × 22 cm.
BAB III
PENUTUP
Mengingat perkembang softball dari permainan rekreasi
menjadi suatu cabang olahraga, maka diperlukan peraturan-peraturan yang seragam
sehingga dapat dipergunakan sebagai pedoman bagi semua negara.Untuk membuat
peraturan-peraturan tersebut, harus ada badan yang mempunyai wewenang untuk
itu.Kemudian lahirlah Federasi Softball Internasional (International Softball
Federation).Badan inilah yang akhirnya membuat perturan-peraturan yang
menyangkut permainan olahraga softball yang berlaku di seluruh dunia, termasuk
Indonesia pada saat ini. Untuk menyalurkan kegiatan-kegiatan softball di
Indonesia, diperlukan suatu badan yang mengaturnya, maka dibentuklah Organisasi
Induk dengan nama PERBASASI (Perserikatan Baseball & Softball Amatir
Seluruh Indonesia). Dengan adanya wadah PB.PERBASASI ini mulailah diadakan
kompetisi softball tingkat nasional. Serta kompetisi tingkat daerah khusunya
sulawesi tengah.
Saran yang dapat disampaikan yaitu, penulis berharap agar
permainan olahraga softball ini dapat berkembang terus dan dapat menorehkan
hasil yang bagus di dunia olahraga.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.
Tentang Sofball dalam http://www.squidoo.com/sport-softball
di akses pada 18 Juni 2014 Pukul 20:10 wita.
Jefry,
2009. Tentang Perkembangan Sofball dalam htttp://jefrihutagalung.
wordpress.com/2009/05/05/softball-perkembangannya/ di akses pada
18 Juni 2014 Pukul 20:08 wita.
Prasetya,
2007. Tentang Sarana dan Prasarana Sofball dalam http://prasetya
230487.blogspot.com/search/label/sarana%20dan%20prasarana di
akses
pada 18 Juni 2014 Pukul 19.55 wita.
Prasetya,
2007. Tentang Sejarah Sofball dalam http://prasetya230487.blogspot.
com/2007/12/sejarah-singkat.html di akses pada 18 Juni 2014
Pukul
20:30 wita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar